Legal Politics Of State Assets Recovery By In Absentia Court In Act Number 20 Year 2001 Concerning Eradication Against Corruption

  • Titin Nurfatlah Magister of Law, Universitas Mataram
  • Gina Meilinda
  • Fifi Rosalina
  • Usnadi Usnadi
Keywords: legal politics, in absentia, asset recovery

Abstract

State assets recovery is an important part of the law enforcement on corruption crimes. Therefore state assets recovery shall be state’s legal politics.  This study intended to find out the Indonesian legal politics of state asset recovery through in absentia court. Method of this study is normative reseach and used statute approach and conceptual approach. Based on the analysis can be concluded that in absentia court have enumerated in Indonesian Law Regarding Eradicating Against Corruption. This is in line with the legal politics in the decree Of Indonesian People’s Consultative Assembly which emphasizes the acceleration of legal processes in criminal acts of corruption.

References

Bibliography
Books
Amiruddin dan Zainal Asikin.(2016). Pengantar Metode Penelitian Hukum, Cet. 6, Jakarta: PT. Rajagrafindo Persada.
Ali, Mahrus. dalam Jekson Kasehug, Hak Menuntut Kerugian Keuangan Negara Setelah Putusan Bebas Dalam Tindak Pidana Korupsi, Jurnal Lex dministration, Vol III/No.1/Jan-Mar/2015Diakses dari http//ejournal.unsrat.ac.id/index.php/administratum/article/download/7082/6595, 3 Januari 2018.
Harahap,M.Yahya.(2006). Pembahasan Permasalahan Dan Penerapan KUHAP (Pemeriksaan Sidang Pengadilan, Banding, Kasasi, dan Peninjauan Kembali), Cet. VIII, Jakarta: Sinar Grafika.
Hartono, Sunaryati. (1991). Politik Hukum Menuju Satu Sistem Hukum Nasional, Bandung:Alumni.
Mahfud MD. (2010). Membangun Politik Menegakkan Konstitusi, Jakarta, Raja Grafindo Persada.
Mahfud MD. (2009).Politik Hukum Di Indonesia,Jakarta, Raja Grafindo Persada.
Marzuki, Mahmud. (2016). Penelitian Hukum, Kencana Prenda Media Group, Jakarta.
Madril, Oce & Hasrul Halil. (2011).Pengertian Korupsi dalam Hukum Anti Korupsi, Bandung: USAID.
Marpaung, Leden.(2011). Proses Penanganan Perkara Pidana Di Kejaksaan dan Pengadilan Negeri Upaya Hukum dan Eksekusi, Cet. 2. Jakarta.: Sinar Grafika Offset.
Raharjo, Satjipto. (2000). Ilmu Hukum , Bandung: Citra Aditya Bakti.
Rahayuningsih , Toetik & Indra Wahyuni, Hukum Acara Tindak Pidana Korupsi dalam Hukum Anti Korupsi.
Simarmata, Jorawati. (2016) Politik Hukum Restrukturisasi Pembentukan Perangkat Daerah Pasca Revormasi ( Sekilas Tanggapan Terhadap Peraturan Pemerintah Nomor 18 Tahun 2016 Tentang Perangkat Daerah ), Kantor Wilayah Kementrian Hukum dan Hak Asasi Manusia Riau, Pekanbaru.
Soedarto. (1986). Hukum dan Hukum Pidana, Bandung:Alumni.
Syaukani, Imam dan A.Ahsin Thohari. (2006). Dasar-dasar Politik Hukum, Jakarta: PT. Raja Grafindo Persada.
Soemitro, Rinny Hanitijo. (1990). Metodologi Penenlitian Hukum dan Jurimetri. Jakarta:GhaliaIndonesia.
Wahjono, Padmo.(1986). Indonesia Negara Berdasarkan atas Hukum, cet.II, Jakarta: Ghalia Indonesia.
Wahjono, Padmo. (1991). Menyelisik Proses Terbentuknya Perundang-undangan, Forum Keadilan,No. 29 April 1991.

Journal Articles
Harianja, Suriadi. (2013). Peradilan In Absentia Pada Perkara Tindak Pidana Korupsi Dalam Perspektif HAM Terdakwa, UNNES LAW JOURNAL, Vol.2, No. 1, Juli 2013,https://journal.unnes.ac.id/sju/index.php/ulj,diakses tanggal 15 Januari 2019.
Nadia Putri, Respati. (2017). Perkembangan Peraturan dan Peradilan Dalam Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi di Indonsia::///D:/ZONA%20EKSLUSIF%20TITIN/ZONA%20KULIAH/S2/SEMESTER%201/SEJARAH%20DAN%20POLITIK%20HUKUM/POLITIK%20HUKUM/Perkembangan_Peraturan_dan_Peradilan_Dal.pdf (Diakses tanggal 3 Januari 2018).
Mohammad Irfan. H.Israfil. “Baja Value Sanction as an Alternative Punishment for The Corruptors in Bima Disrict NTB Province”, ULREV, Volume 1, Issue 1, April 2017.
Published
2019-04-30